Artikel

Masalah yang biasanya terjadi pada bayi

9 October 2017

Masalah yang biasanya terjadi pada bayi   Masalah yang biasanya terjadi pada bayi

  1. Bila bayi demam
  • Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi tersebut memang umum terjadi pada semua orang termasuk bayi. Dalam ilmu medis, seorang bayi dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derjat celcius atau lebih.Sebagai orang tua, Anda pasti khawatir dan panik ketika mendapati tubuh si Kecil terasa panas. Bunda tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah. Ini beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan Bunda di rumah :
  • Kenakan baju yang tipis  nyaman dan menyerap keringat
  • Berikan ASI yang llebih banyak dan sering. Bila usianya diatas 6 bulan, dapat ditambah air putih, atau jus buah untuk mencegah dehidrasi pada bayi
  • Tempatkan bayi di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik
  • Jika temperature tubuh terlalu tinggi biasanya bayi akan merasa tidak nyaman, tidak nafsu makan, maka sebaiknya berikan kompres/menyeka bayi dengan handuk basah atau hangat
  • Gendong kanguru, cara ini bisa digunakan untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi dengan cara memanfaatkan sistem pengaturan suhu tubuh ibu.
  • Jika suhu sudah diatas 38 derajat, berikan obat penurun panas seperti ibuprofen dan parasetamol.
  • Ukur suhu tubuh bila perlu setiap 3 jam sekali. Atau bisa juga setiap satu jam sekali agar lebih akurat. Catat dan berikan kepada dokter saat konsultasi, karena pola suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita.

2. Bila Bayi Diare

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan Bunda jika bayi mengalami diare :

  • Memberikan ASI lebih sering dan lama untuk mencegah dehidrasi
  • Mengurangi makanan berlemak/berserat untuk bayi yang sudah diberikan MPASI
  • Berikan oralit untuk mencegah dehidrasi. Bila diare terjadi sering atau 3 hari tidak membaik, muntah berulang, demam, faeces berdarah, menangis terus dan lemah, segera dikonsultasikan ke dokter 
  • Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah diare
  • Mencuci tangan bayi atau balita secara rutin, terutama setelah bermain.
  • Orang dewasa yang merawat bayi atau balita juga perlu menjaga kebersihannya agar tidak menularkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada bayi.
  • Jaga agar lantai dan benda-benda yang dipegang bayi atau balita Anda selalu bersih.
  • Jika bayi mengonsumsi ASI perah atau susu formula, selalu pastikan kebersihan dan kesterilan botol yang digunakan. Selain itu, teruslah menyusui bayi Anda. hal tersebut dapat membantu mencegah diare dan bayi Anda akan pulih lebih cepat.
  • Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan pada bayi dan balita. Hindari memberikan makanan yang biasa dikonsumsi orang dewasa. Selain itu, jangan berikan makanan yang membuat diare semakin buruk pada bayi Anda, seperti jus apel, susu, dan makanan yang digoreng.

3. Bila bayi muntah

Jika bayi Bunda mengalami muntah jangan panik, atasi dengan :

  • Segera bersihkan muntah di mulutnya agar tidak masuk ke saluran pernapasan.
  • Langsung diberi minum, tunggu bayi tenang dulu
  • Jika muntah makin sering, jangan berikan minum atau makanan
  • Jangan lupa sendawakan bayi setelah disusui
  • Jangan menyusui atau memberi makan bisa bayi dalam posisi tiduran. Pastikan bayi dalam posisi setengah duduk.

 

Lihat artikel lainnya...»