Artikel

Bayi Bunda Kuning? Jangan Khawatir Bunda, begini cara mengatasinya

18 September 2017

Bayi Bunda Kuning? Jangan Khawatir Bunda, begini cara mengatasinyaBayi Bunda Kuning? Jangan Khawatir Bunda, begini cara mengatasinya

Jika Bunda melihat tanda-tanda semburat kekuningan pada kulit dan bagian putih mata bayi, bisa jadi bayi Bunda mengalami penyakit kuning. Kondisi ini biasa dialami bayi di minggu pertama kelahirannya. Tenang saja, Bunda tidak sendirian. Kondisi kuning terjadi pada sekitar 50 persen bayi baru lahir, dan kebanyakan merupakan kasus ringan yang bisa ditangani dengan cepat.

Yang terjadi pada bayi kuning adalah, tubuhnya memproduksi bilirubin dalam jumlah berlebih akibat fungsi hati dan saluran pencernaannya yang belum sempurna. Bilirubin sendiri merupakan produk normal hasil penguraian sel darah merah yang sudah tua, disalurkan melewati hati, usus, dan akan dikeluarkan melalui feses bayi.

Jenis Kondisi Bayi Kuning

1.    Bayi Kuning Fisiologis (Normal)

Bayi yang mengalami penyakit kuning dan dikatakan normal apabila kadar bilirubin di dalam tubuhnya bisa menurun dengan sendirinya. Bayi akan mengalami penyakit kuning selama 3 - 4 hari setelah bayi dilahirkan ke dunia ini. Bayi yang normal pada hari ketujuh setelah dilahirkan, bayi tersebut sudah tidak akan berwarna kuning lagi. Hal tersebutlah yang disebut dengan penyakit kuning yang normal pada bayi.

2.    Bayi Kuning Patologis

Penanganan bayi kuning yang mengalami penyakit kuning fisiologis dan juga patologis tentunya berbeda. Penanganan yang dilakukan akan menyesuaikan jenis penyakit kuning tersebut dan melihat sejauh apa penyakit kuning tersebut berada di dalam tubuh bayi.

Berikut ini cara mengatasi penyakit kuning yang ada pada bayi :

1. ASI Lebih Sering

Hal itu dikarenakan ASI bisa membentuk sistem imun bayi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya, tugas sistem imun itu adalah untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi. ASI yang sering juga bisa memberikan ketenangan pada bayi, menghindarkan bayi dari dehidrasi. ASI tersebut harus masuk ke dalam tubuh bayi, sehingga ibu harus bisa memastikan apakah bayi tersebut benar benar menyusu atau hanya sekedar mengempeng saja.

2. Menjemur Bayi

Menjemur bayi bisa digunakan untuk penanganan bayi kuning yang terjadi secara fisiologis atau normal. Vitamin D yang ada pada sinar matahari pagi sangat membantu bayi untuk bisa menghilangkan penyakit kuning yang ada di tubuhnya. Caranya adalah dengan sebagai berikut ini :

  • Menjemur bayi pada pukul setengah tujuh pagi sampai dengan pukul sembilan pagi, pastikan bahwa cuaca di pagi itu tidak mendung.
  • Menjemurnya bisa selama 30 jam sampai dengan satu jam.
  • Kondisi bayi yang dijemur dalam posisi telanjang sehingga tidak hanya kulit tertentu saja yang mendapatkan sinar matahari tersebut namun seluruh tubuh bayi terkena sinar.
  • Usahakan juga kulit yang terdapat penyakit kuningnya mendapatkan cukup sinar matahari.
  • Lindungi mata bayi, hal itu dilakukan agar mata tidak terpapar langsung dengan sinar matahari.

3. Perhatikan Fisik Bayi

Untuk mengatasi penyakit kuning, ibu harus memperhatikan fisik bayi yang terjadi. Bagaimana kondisi bayi anda setelah menderita penyakit kuning tersebut. Yang harus diwaspadai adalah :

  • bayi yang memiliki fisik lemas
  • tidak aktif bergerak
  • tidak mau menyusu ibunya
  • menangis tidak kencang atau bisa juga hanya bisa merintih

Ketika hal itu terjadi ibu harus segera tanggap dan segera membawa bayinya ke rumah sakit.

4. Terapi Sinar

Terapi sinar bisa digunakan untuk penanganan bayi kuning. Terapi sinar itu akan dilakukan oleh pihak rumah sakit yang dilengkapi dengan fototherapi. Untuk melakukannya, bayi bisa diletakkan ke dalam box bayi kemudian tubuh bayi dilakukan penyinaran. Bisa juga dengan cara ibu menggendong bayi masuk ke dalam ruangan fototherapy setelah itu bayi dilakukan penyinaran dengan rentang waktu yang ditentukan.

5. Tindakan Medis

Bahaya Bayi kuning yang terjadi lebih dari 2 minggu dan tidak kunjung sembuh sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan tindakan medis. Dokter yang mengatasi penyakit kuning tersebut akan mengecek kadar bilirubin bayi apakah memiliki kadar bilirubin yang tinggi. Jika tinggi dokter akan melakukan penyinaran atau bahkan melakukan transfusi darah kepada bayi tersebut.

7. Jangan Membuat Bayi Dehidrasi

Jangan membuat bayi terkena dehidrasi, dehidrasi bisa membuat bayi terus mengalami penyakit kuning. Oleh sebab itulah berikan cairan sesering mungkin kepada bayi, caranya adalah dengan memberikan ASI selama 3 sampai dengan 4 jam. Ketika bayi bangun tidur berikan ASI dengan segera jangan tunggu bayi sampai menangis terlebih dahulu.

Lihat artikel lainnya...»